Wednesday, November 30, 2011

Nulis Buku: Good Bye November

Hari ini deadline ikutan nulis Good Bye November di Nulis Buku dot com.. Eh disuruh muatin di blog masing-masing.. Yawdah deehh, tayaaang :D
---------------------------------------------------

GOOD BYE NOVEMBER

November ini benar-benar mengajarkanku arti sebuah kesetiaan, ke-romantisme-an, kasih sayang yang tulus, cinta sejati yang terbentuk tanpa syarat dan kemampuan kita menerima segala kekurangan pasangan kita. Bagaimana di saat sebuah bahtera harus terayun keras, karena ada angin yang berhembus kencang, sementara ada lubang kecil yang melukai bahtera itu dan membuatnya perlahan-lahan semakin tenggelam. Aku terdiam, tersentak dan menangis menghiba, tak kuasa membayangkan perahu ini akan karam di dasar lautan yang dalam.

Dia, kekasih hatiku, cinta sejatiku mengambil sebilah kayu dan menyuruhku menambal lubang itu. Sekencang apapun angin yang berhembus, setinggi apapun ombak yang bergelora di lautan, sekuat tenaga dia mengajakku memperbaiki bahtera itu, untuk melalui segala badai yang menyerang. Lubang itu berhasil ditambal, walau akan meninggalkan bekas, namun yang terpenting adalah bagaimana kami bisa mencapai pantai terdekat dan melabuhkan diri di sebuah perkampungan yang damai.

Genggaman kami semakin kokoh, tangan kami saling memegang erat dan dia memelukku sangat rapat. Dia menenangkanku bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa semua ini adalah ujian atas cinta kami, bahwa badai di sana hanyalah untuk sementara asalkan kami tak pernah putus asa menghadapinya dan tetap berkeyakinan bahwa cinta kami akan selalu berkobar dalam hati.

Beberapa hari lamanya aku terendam dalam kubangan air mata, ingin rasanya aku bangkit dari kelemahan ini, namun aku seperti tak memiliki kekuatan walau sedikitpun. Dia, cinta sejatiku, telah mengulurkan tangannya, menghapus air mataku, mencium keningku dan membisikkan kata “Kamu harus kuat.. Ya kamu harus kuat melalui semuanya..”. Tangisku semakin deras mendengar kata-katanya, aku sangat tersentuh melihatnya. Dia menambahkan lagi “Perahu ini harus tetap bisa dikayuh.. Aku akan mengayuhnya perlahan tapi pasti, dan aku yakin kita akan bisa melalui semuanya, asalkan kamu kuat mendampingi aku berlayar”

Kurebahkan kepalaku di bahunya. Aku semakin yakin bahwa aku tak pernah salah memilihnya. Cintaku kepadanya semakin meluap, melihat kesabaran dan ketangguhannya dalam menghadapi badai dan ombak. Dialah orang yang tepat mendampingiku, bukan yang lain yang suka mengobral kata-kata mesranya padaku. Padanya, kusandarkan segala harapan untuk membawa perahu ini ke tempat yang indah yang dia janjikan. Kutatap matanya dalam, ada sorot kesedihan di dalamnya, tetapi dapat kurasakan bahwa cintanya kepadaku masih sama seperti dahulu.

Ingin rasanya kuhapuskan ingatan tentang badai dan ombak itu, tetapi aku sadar, bahwa badai dan ombak adalah bagian dari kehidupan. Bisa jadi suatu hari nanti, aku akan menghadapinya kembali. Biarlah badai dan ombak menghempas semaunya, yang penting bahtera ini tangguh dan kokoh. Kami yakin, cinta kami mampu membantu melawan semua itu.

Good Bye, November. Aku tidak akan pernah lupa atas apa yang baru saja terjadi. Sayatan hati yang tercipta, tumpahan air mata yang begitu deras, dan luka hati yang begitu dalam.

------------------------------------------------------------------------

Menang itu nomer sekian, yang penting nulis :p

5 comments:

@yankmira said...

welcome desember, see u november (Insya Allah).

.:diah:. said...

uhuuyyy, ntar lagi bakalan tayang di buku dunk Mbak ;)

Greiche/Gege/Grey said...

mira: insya Allah :)
diah: belom diah, harus diseleksi dulu hehe

Lidya - Mama Pascal said...

mbak gege pinter nulis ya.semoga bisa terpilih ya dan dijadikan buku

Greiche - Gege - Grey said...

mbak Lidya: hihi baru belajar juga mbak.. makasih yaa :)